Jumat, 22 Juni 2018

PROFIL PENGUSAHA MUDA : FARAH "FARCE"

FARAH "FARCE"
Oleh    : Yesi Damanik

Paper Kewirausahaan                                                                          Medan,  Juni 2018
PENGUSAHA MUDA FARAH FARCE

Dosen Penanggung Jawab
Dr. Agus Purwoko, S.Hut, M.Si

Disusun Oleh
Yesi Maria Damanik     171201066

HUT 2D







PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2018



KATA PENGANTAR

         
Puji dan Syukur selalu saya ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah memberikan rahmat dan karunia Nya pada saya sehingga saya dapat menyekesaikan tugas ini dalam bentuk paper, tanpa adanya suatu hambatan hingga akhirnya saya dapat menyelesaikan paper ini dengan baik.
           Tidak lupa saya mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang telah berpatisipasi dalam penyusunan paper ini. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Dosen mata kuliah kewirausahaan Dr. Agus Purwoko, S.Hut, M,Si. Tugas paper yang diberi judul “Pengusaha Muda Farah Farce”. Saya harap paper ini dapat memberikan informasi yang berguna bagi kita. 
          Kami mohon maaf apabila banyak kata atau tulisan yang kurang berkenan dalam paper ini. Demikianlah yang dapat saya sampaikan, sekali lagi saya ucapkan terima kasih. Kiranya makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.




Medan,   Juni 2018




           
                                                                                                                 Penulis


BAB   I
PENDAHULUAN

1.1      Latar Belakang
Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru atau kreatif dan berbeda (inovatif) yang bermanfaat dalam memberikan nilai lebih. Menurut Drs. Joko Untoro bahwa kewirausahaan adalah suatu keberanian untuk melakukan upaya upaya memenuhi kebutuhan hidup yang dilakukan oleh seseorang, atas dasar kemampuan dengan cara manfaatkan segala potensi yang dimiliki untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain. Dalam buku Entrepreneurial Finance oleh J. Leach Ronald Melicher bahwa kewirausahaan adalah sebuah proses dalam merubah ide menjadi kesempatan komersil dan menciptakan nilai (harga) “Process of changing ideas into commercial opportunities and creating value”
Dalam buku Entrepreneurship: Determinant and Policy in European-Us Comparison bahwa kewirausahaan adalah proses mempersepsikan, menciptakan, dan mengejar peluang ekonomi “process of perceiving, creating, and pursuing economic opportunities“. Akan tetapi dikatakan dalam buku tersebut, bahwa proses dari kewirausahaan itu sendiri sulit untuk diukur. Menurut Bapak Eddy Soeryanto Soegoto bahwa kewirausahaan atau entrepreneurship adalah usaha kreatif yang dibangun berdasarkan inovasi untuk menghasilkan sesuatu yang baru, memiliki nilai tambah, memberi manfaat, menciptakan lapangan kerja dan hasilnya berguna bagi orang lain.
            Dalam kewirausahaan perlu adanya pengembangan usaha, yang dimana dapat membantu para wirausahawan untuk mendapatkan ide dalam pembuatan barang-barang yang akan dijadikan produk yang akan dijual. Dalam proses pengembangan usaha ini diperlukannya jiwa seseorang wirausaha yang soft skill yang artinya  adanya ketekunan berani mengambil resiko, terampil, tidak mudah putus asa, mempunyai kemauan terus belajar, memberi pelayanan yang terbaik kepada konsumen, bersikap ramah terhadap konsumen, sabar, pandai mengelola dan berdo’a.
Untuk memulai usahanya, dimana para wirausahawan harus memiliki strategi pemasaran. Meskipun dalam mengembangkan usahanya hanya mempunyai modal terbatas. Proses kewirausahaan diawali dengan adanya inovasi. Inovasi tersebut dipengeruhi oleh berbagai faktor baik yang berasal dari pribadi maupun di luar pribadi, seperti pendidikan, sosiologi, organisasi, kebudayaan dan lingkungan.
Faktor-faktor tersebut membentuk locus of control, kreativitas, keinovasian, implementasi, dan pertumbuhan yang kemudian berkembangan menjadi wirausaha yang besar. Secara internal, keinovasian dipengaruhi oleh faktor yang bersal dari individu, seperti locus of control, toleransi, nilai-nilai, pendidikan, pengalaman. Sedangkan faktor yang berasal dari lingkungan yang mempengaruhi diantaranya model peran, aktivitas, dan peluang. Oleh karena itu, inovasi berkembangan menajdi kewirausahaan melalui proses yang dipengrauhi lingkungan, organisasi dan keluarga.
Bagi para pemula, membangun sebuah bisnis online itu pasti terasa sulit karena tidak tahu harus melakukan apa dan dari mana harus memulainya.  Jika kita serius ingin membangun sebuah bisnis online maka kita juga perlu belajar membangun sikap mental yang positif.

1.2      Rumusan Masalah
1.      Bagaimana tokoh sang pengusaha ?
2.      Bagaimana sejarah usaha tersebut ?
3.      Bagaimana kiat-kiat sukses pengusaha tersebut ?
4.      Apa saja tantangan yang dialami pengusaha tersebut ?
1.3      Tujuan
1.      Untuk mengetahui suatu profil pengusaha.
2.      Untuk mengetahui sejarah pengusaha tersebut.
3.      Untuk mengetahui kiat-kiat sukes pengusaha tersebut.
4.      Untuk mengetahui tantangan apa saja yang telah dialami pengusaha tersebut.



BAB  II
PEMBAHASAN

2.1       Tokoh Farah Farce
            Remaja kelahiran 22 April 1995 bernama asli Farah Kemala Qurratu’aini ini telah memulai usaha mengimpor produk-produk fashion bermerek dari berbagai Negara di Asia sejak duduk di bangku kelas 9 SMP. Hebatnya, bisnis tersebut ia lakukan tanpa modal. Sosok hebat yang satu ini benar-benar menginspirasi. Sebab di saat banyak remaja sibuk dengan dunia remajanya yang terkesan tidak memikirkan potensi diri, justru Farah tengah membangun bisnis hebatnya. Ia memilih bidang bisnis impor untuk produk fashion di sekitar kawasan Asia. Yang lebih mencengangkan lagi, usaha ini dikerjakannya tanpa berbekal modal materil. Cukup menggunakan internet dan gadget saja.

2.2       Sejarah
            Kisah ini berawal dari kesukaan Farce akan produk branded sneakers. Ia rela berburu sneakers hingga harus memesannya dari luar negeri melalui teman yang baru ia kenal saat mengikuti bimbingan belajar. Karena menggunakan sistem pre order, Farce harus menunggu pesanannya tersebut. Setelah menunggu cukup lama, pesanan sneakers yang ia nanti-nantikan tersebut tak kunjung datang. Farce akhirnya geram dan menanyakan kembali pesanannya ke sang penjual. Bukannya memberikan solusi, si penjual yang kala itu juga masih duduk di kelas 9 SMP malah meminta Farce untuk menghubungi langsung ke importir aslinya yang ternyata juga berdomisili di Indonesia. “Aku kaget, Aku pikir orangnya (penjual sneakers) perantara langsungnya dari sana. Tapi ternyata dia juga melalui perantara disini.” Jelas Farce.
Farce mengembang senyum setelah sneakers yang ia pesan dari temannya itu ia terima. Ia juga merasa sneakers pertamanya tersebut sulit ditemui di pasaran Indonesia. Dari situlah Farce melihat sebuah peluang bisnis. “Kenapa engga Gue jualin juga ini disini?” Pikirnya.
Berbekal kepercayaan diri yang tinggi, Farce pun akhirnya menawarkan diri kepada sang importir untuk mau bekerja sama dengannya.juga ini disini?” Pikirnya. Berbekal kepercayaan diri yang tinggi, Farce pun akhirnya menawarkan diri kepada sang importir untuk mau bekerja sama dengannya. Farce yang sejak SD sudah hobi berjualan, memulai bisnis pertamanya dengan melalukan pemasaran melalui situs jejaring sosial, Facebook. Ia memajang foto-foto produknya dengan teaser khas bahasa anak sekolahan. Tak ayal, ‘masa percobaan’ yang diberikan sang importir dalam sebulan berhasil dilewati Farce dengan menjual ± 15 pasang sepatu impor.
Dalam perjanjian bisnisnya, Farce menawarkan sistem drop ship kepada sang importir. Drop ship merupakan sistem perdagangan yang paling banyak digunakan oleh para pedagang online Indonesia. Sistem drop ship memberikan kemudahan bagi para pedagang online yang tidak memiliki modal yang besar atau bahkan tidak bermodal. Mereka hanya perlu melakukan pemasaran seluas-luasnya. Saat pesanan datang, mereka dapat meminta para pembeli melakukan pembayaran di muka. Jika pesanan dan pembayaran sudah diterima, para pedagang online tersebut tinggal melakukan pesanan ke para supplier. Pengemasan dan pengiriman ke para pembeli sepenuhnya dilakukan oleh supplier.
Sekalipun bersistem dropship, Farah Farce mengambil sistem yang agak berbeda dengan dropshiper kebanyakan. Sebab ia merasa harus memeriksa terlebih dahulu kondisi produk yang akan sampai ke tangan pembeli. Karena itulah produk yang dijualnya harus transit terlebih dahulu di rumahnya untuk kemudian dikirimkan kembali ke alamat pembeli. Hal ini tentu saja dengan alasan, tidak ingin mengecewakan pembeli jika barang tidak sesuai.
Kini Farce tak lagi mengandalkan importir yang ia kenal pertama kali saat memulai bisnisnya. Ia telah berhasil melakukan perdagangan langsung dengan beberapa pemasoknya di Cina, Inggris, Singapura, Vietnam dan Thailand. Produk-produknya pun beragam, tak hanya sneakers, Farce juga mulai merambah beberapa merek produk-produk fashion lainnya melalui http://farceee.yukbisnis.com/ .

2.3       Kiat-Kiat Sukses Farah Farce
            Ada beberapa tips sukses dalam menjalankan bisnis online terutama toko online yang Farah Farce jalankan. Menurutnya, strategi yang paling ampuh dalam menjaring konsumen adalah dengan cara menjaga hubungan baik dengan mereka. Dari hubungan yang baik ini, akhirnya banyak konsumen yang menjadi pelanggan. Selain itu, service yang baik dengan fleksibilitas dalam bernegosiasi, profesionalisme, keramahan dan etos kerja yang baik, akan bisa menjaga kesuksesan sebuah toko online agar tetap eksis. Dengan tips sederhana di atas, Farah Farce mampu menjaring konsumen nya untuk berbelanja dalam toko online yang ia kelola.
Dalam berbisnis online, hal yang paling utama harus dimiliki adalah kejujuran dan kepercayaan. Sebab jual beli dan komunikasi yang terjadi kebanyakan bukan melalui tatap muka. Hanya dengan ketikan jari saja. Itulah yang benar-benar dipegang oleh Farah sehingga bisnisnya dapat terus berkembang. Nilai tambah lainnya dari sosok Farah adalah kepandaiannya dalam bersosialisasi atau bergaul. Tak hanya dengan sebayanya saja, juga dengan orang yang usianya lebih tua.

2.4       Tantangan yang Pernah Dialami Farah Farce
            Karena ia terlanjur jatuh hati pada bisnis ini, ia lantas terpanggil untuk belajar dengan serius menyelami dunia bisnis. Ia banyak belajar dari seorang miliarder muda bernama Bong Chandra. Dari situ ia kemudian menjalin komunikasi yang baik dengan pengusaha muda lainnya seperti Nyoman Sukadana, Putu Putrayasa, Citra Hafiz dan Joe Hartanto melalui media sosial twiter. Dalam komunikasi yang terjalin itu, Farah kemudian berkenalan dengan Jaya Setiabudi yang akhirnya mau menjadi mentor bisnisnya.  Dari sanalah kemudian Farah berhasil melahirkan sepatu bermerek “Farce” yang dijual bersamaan dengan produk-produk impor secara online. Dari pengalaman dan kemampuannya itu, ia memiliki kerjasama yang baik dengan pengusaha yang memasok barang untuk toko onlinenya di beberapa negara. Yakni China, Singapura, Inggris, Thailand dan Vietnam.

Tak hanya menjadi pengusaha. Seiring dengan kesuksesan bisnisnya, Farah Farce kini kerap diminta untuk menjadi pembicara di beberapa event dan majalah. Sebagai panutan remaja yang sukses berbisnis dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki. Perkembangan bisnisnya yang semakin pesat, membuat Farah Farce tidak hanya terbatas menjadi seorang dropshipper. Bahkan ia pun menjadi supplier pada beberapa toko online lainnya. Banyak reseller dan toko online yang lain yang juga mengambil produk dari toko online yang digawangi Farah Farce yaitu Farceee Online Shop. Bahkan tidak sampai di situ saja, saat ini Farah sudah mampu membuat brand produknya sendiri yang berupa sepatu dengan nama Flair Shoes.
Kenapa ia memilih menjadi seorang dropshipper, karena menurut Farah Farce menjalankan bisnis online dengan menjadi dropshipper adalah karena prosesnya yang simple. Apalagi barang dengan kualitas tinggi dari manca negara, tentu menjanjikan keuntungan yang tinggi. Sedangkan menjadi supplier dikarenakan banyaknya permintaan pasar dan besarnya peluang untuk memperluas pasar bisnisnya.


BAB  III
KESIMPULAN

Dalam suatu kewirausahaan diperlukan adanya pengembangan usaha, yang dimana dapat membantu para wirausahawan untuk mendapatkan ide dalam pembuatan barang-barang yang akan dijadikan produk yang akan dijual. Dalam proses pengembangan usaha ini diperlukannya jiwa seseorang wirausaha yang soft skill yang artinya  adanya ketekunan berani mengambil resiko, terampil, tidak mudah putus asa, mempunyai kemauan terus belajar, memberi pelayanan yang terbaik kepada konsumen, bersikap ramah terhadap konsumen, sabar, pandai mengelola dan berdoa. karena semua usaha dan rencana tidak akan berhasil tanpa adanya rhido dari Tuhan Yang Maha Esa. Farah Farce merupakan tokoh inspirasi bagi kita. Perjuangannya dapat memberikan inspirasi bagi kita bahwa kesuksesan tidak ada yang instan. Semua butuh proses.







Sumber  :