FARAH "FARCE"
Oleh : Yesi Damanik
Oleh : Yesi Damanik
Paper Kewirausahaan Medan, Juni 2018
PENGUSAHA MUDA FARAH FARCE
Dosen Penanggung Jawab
Dr. Agus Purwoko, S.Hut, M.Si
Disusun Oleh
Yesi Maria Damanik 171201066
HUT 2D
PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2018
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur selalu saya ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah memberikan rahmat dan karunia Nya pada saya sehingga saya dapat menyekesaikan tugas ini dalam bentuk paper, tanpa adanya suatu hambatan hingga akhirnya saya dapat menyelesaikan paper ini dengan baik.
Tidak lupa saya mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang telah berpatisipasi dalam penyusunan paper ini. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Dosen mata kuliah kewirausahaan Dr. Agus Purwoko, S.Hut, M,Si. Tugas paper yang diberi judul “Pengusaha Muda Farah Farce”. Saya harap paper ini dapat memberikan informasi yang berguna bagi kita.
Kami mohon maaf apabila banyak
kata atau tulisan yang kurang berkenan dalam paper ini. Demikianlah yang dapat
saya sampaikan, sekali lagi saya ucapkan terima kasih. Kiranya makalah ini
dapat bermanfaat bagi kita semua.
Medan, Juni 2018
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu
yang baru atau kreatif dan berbeda (inovatif) yang bermanfaat dalam memberikan
nilai lebih. Menurut Drs. Joko Untoro bahwa kewirausahaan
adalah suatu keberanian untuk melakukan upaya upaya memenuhi kebutuhan hidup
yang dilakukan oleh seseorang, atas dasar kemampuan dengan cara manfaatkan
segala potensi yang dimiliki untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi
dirinya dan orang lain. Dalam buku Entrepreneurial Finance oleh J. Leach Ronald Melicher bahwa kewirausahaan adalah sebuah
proses dalam merubah ide menjadi kesempatan komersil dan menciptakan nilai
(harga) “Process of changing ideas into commercial opportunities and creating
value”
Dalam buku Entrepreneurship: Determinant and Policy in
European-Us Comparison bahwa kewirausahaan adalah proses mempersepsikan,
menciptakan, dan mengejar peluang ekonomi “process of perceiving, creating,
and pursuing economic opportunities“. Akan tetapi dikatakan dalam buku
tersebut, bahwa proses dari kewirausahaan itu sendiri sulit untuk diukur. Menurut Bapak Eddy Soeryanto Soegoto
bahwa kewirausahaan atau entrepreneurship adalah usaha kreatif yang
dibangun berdasarkan inovasi untuk menghasilkan sesuatu yang baru, memiliki
nilai tambah, memberi manfaat, menciptakan lapangan kerja dan hasilnya berguna
bagi orang lain.
Dalam kewirausahaan perlu adanya pengembangan usaha, yang
dimana dapat membantu para wirausahawan untuk mendapatkan ide dalam pembuatan
barang-barang yang akan dijadikan produk yang akan dijual. Dalam proses
pengembangan usaha ini diperlukannya jiwa seseorang wirausaha yang soft skill
yang artinya adanya ketekunan berani mengambil resiko, terampil, tidak
mudah putus asa, mempunyai kemauan terus belajar, memberi pelayanan yang
terbaik kepada konsumen, bersikap ramah terhadap konsumen, sabar, pandai
mengelola dan berdo’a.
Untuk
memulai usahanya, dimana para wirausahawan harus memiliki strategi pemasaran.
Meskipun dalam mengembangkan usahanya hanya mempunyai modal terbatas. Proses kewirausahaan
diawali dengan adanya inovasi. Inovasi tersebut dipengeruhi oleh berbagai
faktor baik yang berasal dari pribadi maupun di luar pribadi, seperti
pendidikan, sosiologi, organisasi, kebudayaan dan lingkungan.
Faktor-faktor tersebut membentuk locus
of control, kreativitas, keinovasian, implementasi, dan pertumbuhan yang
kemudian berkembangan menjadi wirausaha yang besar. Secara internal,
keinovasian dipengaruhi oleh faktor yang bersal dari individu, seperti locus of
control, toleransi, nilai-nilai, pendidikan, pengalaman. Sedangkan faktor yang
berasal dari lingkungan yang mempengaruhi diantaranya model peran, aktivitas,
dan peluang. Oleh karena itu, inovasi berkembangan menajdi kewirausahaan
melalui proses yang dipengrauhi lingkungan, organisasi dan keluarga.
Bagi
para pemula, membangun sebuah bisnis online itu pasti terasa
sulit karena tidak tahu harus melakukan apa dan dari mana
harus memulainya. Jika kita serius ingin membangun sebuah bisnis
online maka kita juga perlu belajar membangun sikap mental yang positif.
1.2
Rumusan
Masalah
1.
Bagaimana tokoh sang
pengusaha ?
2.
Bagaimana sejarah usaha
tersebut ?
3.
Bagaimana kiat-kiat
sukses pengusaha tersebut ?
4.
Apa saja tantangan yang
dialami pengusaha tersebut ?
1.3
Tujuan
1.
Untuk mengetahui suatu profil
pengusaha.
2.
Untuk mengetahui sejarah
pengusaha tersebut.
3.
Untuk mengetahui
kiat-kiat sukes pengusaha tersebut.
4.
Untuk mengetahui
tantangan apa saja yang telah dialami pengusaha tersebut.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Tokoh Farah Farce
Remaja
kelahiran 22 April 1995 bernama asli Farah Kemala Qurratu’aini ini telah
memulai usaha mengimpor produk-produk fashion bermerek dari
berbagai Negara di Asia sejak duduk di bangku kelas 9 SMP. Hebatnya, bisnis
tersebut ia lakukan tanpa modal. Sosok hebat yang satu ini benar-benar
menginspirasi. Sebab di saat banyak remaja sibuk dengan dunia remajanya yang
terkesan tidak memikirkan potensi diri, justru Farah tengah membangun bisnis
hebatnya. Ia memilih bidang bisnis impor untuk produk fashion di sekitar
kawasan Asia. Yang lebih mencengangkan lagi, usaha ini dikerjakannya tanpa
berbekal modal materil. Cukup menggunakan internet dan gadget saja.
2.2 Sejarah
Kisah ini berawal dari kesukaan
Farce akan produk branded sneakers. Ia rela berburu sneakers hingga harus
memesannya dari luar negeri melalui teman yang baru ia kenal saat mengikuti
bimbingan belajar. Karena menggunakan sistem pre order, Farce harus menunggu
pesanannya tersebut. Setelah menunggu cukup lama, pesanan sneakers yang ia
nanti-nantikan tersebut tak kunjung datang. Farce akhirnya geram dan menanyakan
kembali pesanannya ke sang penjual. Bukannya memberikan solusi, si penjual yang
kala itu juga masih duduk di kelas 9 SMP malah meminta Farce untuk menghubungi
langsung ke importir aslinya yang ternyata juga berdomisili di Indonesia. “Aku
kaget, Aku pikir orangnya (penjual sneakers) perantara langsungnya dari sana.
Tapi ternyata dia juga melalui perantara disini.” Jelas Farce.
Farce mengembang senyum setelah sneakers yang ia pesan dari
temannya itu ia terima. Ia juga merasa sneakers pertamanya tersebut sulit
ditemui di pasaran Indonesia. Dari situlah Farce melihat sebuah peluang bisnis.
“Kenapa engga
Gue jualin juga ini disini?” Pikirnya.
Berbekal kepercayaan
diri yang tinggi, Farce pun akhirnya menawarkan diri kepada sang importir untuk
mau bekerja sama dengannya.juga
ini disini?” Pikirnya. Berbekal kepercayaan diri yang tinggi, Farce pun
akhirnya menawarkan diri kepada sang importir untuk mau bekerja sama dengannya. Farce
yang sejak SD sudah hobi berjualan, memulai bisnis pertamanya dengan melalukan
pemasaran melalui situs jejaring sosial, Facebook. Ia memajang foto-foto
produknya dengan teaser khas bahasa anak sekolahan. Tak ayal, ‘masa percobaan’
yang diberikan sang importir dalam sebulan berhasil dilewati Farce dengan
menjual ± 15 pasang sepatu impor.
Dalam
perjanjian bisnisnya, Farce menawarkan sistem drop ship kepada sang importir.
Drop ship merupakan sistem perdagangan yang paling banyak digunakan oleh para
pedagang online Indonesia. Sistem drop ship memberikan kemudahan bagi para
pedagang online yang tidak memiliki modal yang besar atau bahkan tidak
bermodal. Mereka hanya perlu melakukan pemasaran seluas-luasnya. Saat pesanan
datang, mereka dapat meminta para pembeli melakukan pembayaran di muka. Jika
pesanan dan pembayaran sudah diterima, para pedagang online tersebut tinggal
melakukan pesanan ke para supplier. Pengemasan dan pengiriman ke para pembeli
sepenuhnya dilakukan oleh supplier.
Sekalipun
bersistem dropship, Farah
Farce mengambil sistem yang agak berbeda dengan dropshiper kebanyakan.
Sebab ia merasa harus memeriksa terlebih dahulu kondisi produk yang akan sampai
ke tangan pembeli. Karena itulah produk yang dijualnya harus transit terlebih
dahulu di rumahnya untuk kemudian dikirimkan kembali ke alamat pembeli. Hal ini
tentu saja dengan alasan, tidak ingin mengecewakan pembeli jika barang tidak
sesuai.
Kini Farce tak lagi mengandalkan importir
yang ia kenal pertama kali saat memulai bisnisnya. Ia telah berhasil melakukan
perdagangan langsung dengan beberapa pemasoknya di Cina, Inggris, Singapura,
Vietnam dan Thailand. Produk-produknya pun beragam, tak hanya sneakers, Farce
juga mulai merambah beberapa merek produk-produk fashion lainnya melalui http://farceee.yukbisnis.com/ .
2.3 Kiat-Kiat Sukses Farah Farce
Ada
beberapa tips sukses dalam menjalankan bisnis online terutama toko online yang
Farah Farce jalankan. Menurutnya, strategi yang paling ampuh dalam menjaring
konsumen adalah dengan cara menjaga hubungan baik dengan mereka. Dari hubungan
yang baik ini, akhirnya banyak konsumen yang menjadi pelanggan. Selain itu,
service yang baik dengan fleksibilitas dalam bernegosiasi, profesionalisme,
keramahan dan etos kerja yang baik, akan bisa menjaga kesuksesan sebuah toko
online agar tetap eksis. Dengan tips sederhana di atas, Farah Farce mampu
menjaring konsumen nya untuk berbelanja dalam toko online yang ia kelola.
Dalam berbisnis online,
hal yang paling utama harus dimiliki adalah kejujuran dan kepercayaan. Sebab
jual beli dan komunikasi yang terjadi kebanyakan bukan melalui tatap muka.
Hanya dengan ketikan jari saja. Itulah yang benar-benar dipegang oleh Farah
sehingga bisnisnya dapat terus berkembang. Nilai tambah lainnya dari sosok
Farah adalah kepandaiannya dalam bersosialisasi atau bergaul. Tak hanya dengan
sebayanya saja, juga dengan orang yang usianya lebih tua.
2.4 Tantangan
yang Pernah Dialami Farah Farce
Karena ia terlanjur
jatuh hati pada bisnis ini, ia lantas terpanggil untuk belajar dengan serius
menyelami dunia bisnis. Ia banyak belajar dari seorang miliarder muda bernama
Bong Chandra. Dari situ ia kemudian menjalin komunikasi yang baik dengan
pengusaha muda lainnya seperti Nyoman Sukadana, Putu Putrayasa, Citra Hafiz dan
Joe Hartanto melalui media sosial twiter. Dalam komunikasi yang terjalin itu,
Farah kemudian berkenalan dengan Jaya Setiabudi yang akhirnya mau menjadi
mentor bisnisnya. Dari sanalah kemudian
Farah berhasil melahirkan sepatu bermerek “Farce” yang dijual bersamaan dengan
produk-produk impor secara online. Dari pengalaman dan kemampuannya itu, ia
memiliki kerjasama yang baik dengan pengusaha yang memasok barang untuk toko
onlinenya di beberapa negara. Yakni China, Singapura, Inggris, Thailand dan Vietnam.
Tak hanya menjadi
pengusaha. Seiring dengan kesuksesan bisnisnya, Farah Farce kini kerap diminta
untuk menjadi pembicara di beberapa event dan majalah. Sebagai panutan remaja
yang sukses berbisnis dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki. Perkembangan
bisnisnya yang semakin pesat, membuat Farah Farce tidak hanya terbatas menjadi
seorang dropshipper. Bahkan ia pun menjadi supplier pada beberapa toko online
lainnya. Banyak reseller dan toko online yang lain yang juga mengambil produk
dari toko online yang digawangi Farah Farce yaitu Farceee Online Shop. Bahkan
tidak sampai di situ saja, saat ini Farah sudah mampu membuat brand produknya
sendiri yang berupa sepatu dengan nama Flair Shoes.
Kenapa ia memilih menjadi seorang
dropshipper, karena menurut Farah Farce menjalankan bisnis online dengan
menjadi dropshipper adalah karena prosesnya yang simple. Apalagi barang dengan
kualitas tinggi dari manca negara, tentu menjanjikan keuntungan yang tinggi.
Sedangkan menjadi supplier dikarenakan banyaknya permintaan pasar dan besarnya
peluang untuk memperluas pasar bisnisnya.
BAB III
KESIMPULAN
Dalam suatu kewirausahaan
diperlukan adanya pengembangan usaha, yang dimana dapat membantu para
wirausahawan untuk mendapatkan ide dalam pembuatan barang-barang yang akan
dijadikan produk yang akan dijual. Dalam proses pengembangan usaha ini
diperlukannya jiwa seseorang wirausaha yang soft skill yang artinya
adanya ketekunan berani mengambil resiko, terampil, tidak mudah putus asa,
mempunyai kemauan terus belajar, memberi pelayanan yang terbaik kepada konsumen,
bersikap ramah terhadap konsumen, sabar, pandai mengelola dan berdoa. karena
semua usaha dan rencana tidak akan berhasil tanpa adanya rhido dari Tuhan Yang
Maha Esa. Farah Farce merupakan tokoh inspirasi bagi kita. Perjuangannya dapat
memberikan inspirasi bagi kita bahwa kesuksesan tidak ada yang instan. Semua
butuh proses.
Sumber :
- http://www.franchise-expo.co.id/Press/Tips/5-Cara-Memulai-Bisnis-Online-yg-Menguntungkan-Utk-Pemula/
- https://www.maxmanroe.com/farah-farce-gadis-belia-dibalik-sukses-farceee-online-shop.html
- http://penulispro.com/farah-farce/8514/
- http://ikafrinka.blogspot.com/2013/01/makalah-kewirausahaan-sukses.html
- http://irfanakbar67.blogspot.com/2015/04/kisah-inspiratif-pengusaha-muda-farah.html
